Wow, Enam Mimpi ini Menunjukkan Kondisi Kesehatan

0
34
Infophoria
Ilustrasi: hellosehat.com

Mimpi merupakan bunga tidur yang sudah pasti pernah dialami oleh semua orang, baik mimpi buruk maupun mimpi indah. Para ahli memperkirakan manusia mengalami 4-6 mimpi dalam semalam.

Namun kebanyakan dari mmpi-mimpi tersebut terlupakan dan hanya sekitar 2-3 mimpi saja  yang bisa diingat saat bangun tidur. Juga dibandingkan laki-laki, perempuan lebih banyak mengingat mimpi.

Namun terkadang banyak orang yang menafsirkan mimpi sebagai peruntungan, jodoh dan lainnya. Tetapi secara medis, mimpi bisa ditafsirkan untuk menunjukkan kondisi kesehatan. Berikut ini merupakan enam mimpi yang bisa menunjukkan kondisi kesehatan:

1. Mimpi Buruk

Kemungkinan penyebab mimpi buruk adalah pemakaian obat-obat jantung dan tekanan darah tinggi golongan beta blocker, gangguan migrain, maupun kurang tidur. Obat-obat golongan beta blocker diyakini mengubah komposisi kimia otak sehingga memicu terjadinya mimpi buruk.

Lemah jantung juga sering memicu mimpi buruk saat tidur. Hal itu dibuktikan dalam penelitian pada 6.000 orang dan dipublikasikan di Netherland Journal of Medicine. Menurut penelitian ini, seseorang dengan denyut jantung tidak teratur akan mengalami peningkatan risiko mimpi buruk sebanyak 3 kali lipat.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah gangguan pernapasan. Berkurangnya pasokan oksigen ke otak memicu perubahan komposisi kimia yang menghadirkan mimpi buruk saat tidur.

2. Mimpi Sering dari Biasanya

Kemungkinan penyebab dari mimpi ini adalah temperatur udara yang terlalu dingin atau terlalu hangat di malam hari. Perubahan hormon, nyeri kronis dan pemakaian antidepresan juga bisa menyebabkan mimpi muncul lebih sering dari biasanya.

Prof Jim Horne, pakar kesehatan tidur dari Loughborough University membenarkan bahwa temperatur udara di malam hari bisa mengubah ritme bermimpi karena kenyamanan tidur terganggu.

Baca Juga:
Tiga Cara Menghindari Lemas Saat Bangun Tidur

‘’Makin sering tidurnya terganggu, makin besar pula kemungkinan terbangun tengah malam dan itu berarti lebih banyak mengingat mimpi,” kata Prof Horne.

Prof Horne menambahkan, pengaruh hormon terhadap mimpi juga bisa diamati pada perempuan yang sedang datang bulan. Biasanya, rasa tidak nyaman membuat para perempuan mengalami gangguan tidur dan sering terbangun sehingga lebih banyak mengingat mimpi. Akibatnya, mimpinya seolah jadi lebih sering.

3. Mimpi Diserang

Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan pada saraf otak misalnya penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kecenderungan untuk sering bermimpi buruk bahkan bisa muncul 10 tahun sebelum gejala Alzheimer muncul.

‘’Ini bisa menjadi gejala pertama yang kita lihat. Saya mengingatkan orang yang didiagnosis dengan gangguan ini untuk mengamati tanda lain misalnya gangguan saraf, tremor (gemetar) dan ingatan mudah lupa. Tujuannya agar bisa ditangani sejak dini,” kata Prof Horne.

4. Mimpi yang Membuat Terbangun

Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab munculnya mimpi-mimpi yang membuat orang terbangun tengah malam. Makan makanan berlemak, mengalami kegemukan, dan makan karena stres bisa memkicu mimpi jenis ini.

Prof Horne mengatakan makan terlalu banyak apalagi yang berlemak, menyebabkan tekanan pada katup pembatas lambung dengan kerongkongan meningkat. Bila katup terbuka, asam lambung akan naik dan memicu rasa tidak nyaman hingga akhirnya orang tersebut terbangun.

5. Mimpi Aneh Tak Terlupakan

Konsumsi alkohol, infeksi, menopause dan penggunaan obat anti malaria bisa memicu mimpi jenis ini. Mimpi-mimpi tak wajar yang terus tergiang-ngiang dalam ingatan saat terbangun dari tidur.

Obat malaria sering memicu mimpi aneh karena menganggu pelepasan senyawa asetilkolin di otak. Senyawa tersebut berhubungan dengan kemampuan mengontrol mimpi, sehingga mimpi menjadi aneh-aneh saat kadarnya berkurang.

Baca Juga:
Tujuh Dampak Buruk Perceraian Terhadap Anak

‘’Cuaca tidak menyenangkan juga bisa menyebabkan kondisi setengah tidur dan setengah bangun, yang memicu mimpi-mimpi aneh,” kata Dr Patrick McNamara, ahli saraf dari Boston University Medical School.

6. Mimpi Erotis

Mimpi tentang hal-hal berbau seksual merupakan hal yang wajar di semua usia, dan meningkat saat beranjak tua. Bahkan sampai usia 60-an tahun, mimpi erotis masih sering muncul dalam tidur.

‘’Banyak klien kami di usia 60-70 tahun masih mengalami mimpi erotis. Yang mengejutkan, mimpi tersebut tidak benar-benar berhubungan dengan kehidupan seksualnya, tapi justru terkait dengan kreativitasnya,” kata seorang psikolog, Ian Wallace.

Itulah enam mimpi yang menunjukkan tentang kondisi kesehatan. Mau tidak mau manusia akan mengalami mimpi, bisa jadi itu adalah pertanda ataupun hanya sekedar bunga tidur. Semua  tergantung dari penafsiran masing-masing manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here