Tujuh Fakta Kejahatan Medis Paling Kejam

0
122
Infophoria
Ilustrasi: okezone.com

Kemajuan dalam bidang kedokteran dapat menyelamatkan banyak nyawa. Apalagi ketika penyakit mematikan dapat disembuhkan dengan mudahnya. Namun untuk mencapai kemajuan tersebut, ternyata ada banyak sekali kejadian-kejadian yang buruk terjadi.

Sudah banyak orang yang dijadikan subyek percobaan kejam yang tidak mengenal hak serta etika dalam dunia kedokteran.

Hal ini tentu saja membuat sebagian orang merasa tidak aman ketika sudah banyak malpraktek yang dengan sengaja dan tanpa disadari dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab serta tidak berperikemanusiaan. Berikut ini merupakan ulasan-ulasan tentang tujuh fakta kejahatan medis paling kejam di dunia.

1. The Monster Study

Tahun 1939 peneliti ingin membuktikan teori bahwa perilaku gagap disebabkan oleh kecemasan seorang anak untuk berbicara.

Peneliti duduk dengan anak-anak yatim dan mengatakan bahwa anak-anak ini menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan tidak boleh berbicara kecuali yakin bisa berbicara dengan benar. Percobaan ini membuat anak yang tadinya normal menjadi cemas dan menjadi diam.

2. Percobaan Bedah pada Budak

Tokoh ginekologi modern, J Marion Sims banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap budak perempuan.

Sims melakukan percobaan pembedahan tanpa obat bius, namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak cukup menyakitkan. Padahal dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 dituliskan melakukan eksperimental dengan manusia tidak dapat diterima.

3. Studi Tuskegee

Studi ini berlangsung selama 40 tahun. Menurut Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, dinas kesehatan meluncurkan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya hal ini tidak diketahui oleh partisipan, baik yang mendapat perawatan sifilis maupun yang tidak.

Baca Juga:
Lakukan Enam Langkah Ini Saat Hadapi Kegagalan

Peneliti melacak perkembangan penyakit pada 399 laki-laki kulit hitam di Alabama, termasuk 201 laki-laki yang sehat. Ilmuwan mengungkapkan pada partisipan bahwa diriya sedang dirawat karena memiliki “bad blood”.

Partisipan ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang memadai, bahkan sampai tahun 1947 ketika penisilin menjadi pilihan obat untuk mengobati sifilis.

4. Studi Sifilis di Guatemala

Antara tahun 1946-1948, pemerintah AS dan Guatemala melakukan studi bersama dengan cara sengaja menginfeksikan sifilis pada tahanan di Guatemala dan pasien di rumah sakit jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia yang bisa mencegah penyebaran penyakit.

Peneliti berusaha menginfeksikan subyek dengan cara menyuruhnya berhubungan seks dengan pelacur yang sudah terinfeksi. Meskipun penderita sifilis ini diberikan obat penisilin, tapi tidak ditemukannya perawatan lanjutan bagi pasien tersebut.

5. Pembunuhan Burke dan Hale

Sampai tahun 1830-an eksekusi pembunuhan relatif jarang, sehingga banyak ahli anatomi tubuh mengambil atau membeli tubuh manusia dari para perampok.

Hingga akhirnya William Hale dan temannya William Burke membuka wirausaha penginapan dan menjual tubuh untuk dijual pada para ahli anatomi. Akibat kejahatannya tersebut Burke dan Hale kemudian dihukum gantung untuk kejahatannya.

6. Japan’s Unit 731

Sepanjang tahun 1930-an sampai 1940-an, tentara kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil dan sebagian besar China. Jumlah korban tewas dari eksperimental brutal ini tidak diketahui, tapi kemungkinan ada 200.000 orang.

Studi ini melibatkan sumur yang terinfeksi kolera, tipus, kutu dan para tahanan berbaris dalam cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin.

Kekejaman lainnya adalah para tahanan ditutup matanya dengan gas racun, lalu dimasukkan ke ruangan sampai matanya keluar dan membedahnya saat masih hidup dan sadar.

Baca Juga:
Konsumsi Lima Jenis Buah Ini untuk Sarapan, Inilah Manfaatnya

7. Percobaan Medis Nazi

Mungkin percobaan yang terkenal jahat sepanjang masa adalah yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz, dan ia mengumpulkan mata dari korban pasiennya.

Percobaan ini menggunakan tahanan untuk menguji pengobatan terhadap penyakit menular dan perang kimia. Sementara yang lainnya dipaksa menjadi beku dalam ruangan bertekanan rendah sebagai percobaan penerbangan.

Sementara itu ada pula percobaan dengan cara mengikat payudara perempuan dengan tali sehingga peneliti bisa melihat berapa lama bayi bisa bertahan dengan kelaparan. Hingga akhirnya sang bayi disuntik dengan morfin mematikan untuk mengakhiri penderitaannya. Diketahui bahwa Mengele meninggal di Brazil tahun 1979 akibat stroke.

Itulah ulasan mengenai tujuh kejahatan medis yang paling kejam di dunia. Kemajuan dalam bidang kedokteran memang dibutuhkan, namun tidak seharusnya mencari kemajuan tersebut dengan cara yang sadis dan tidak berperikemanusiaan. Ada banyak cara memajukan bidang kedokteran, apalagi di zaman yang serba bisa seperti sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here