Tiga Cara Menghidupkan Hati Menurut Islam

0
219
Hati merupakan organ daging yang terbungkus dengan tulang belulang. Organ yang satu ini berbentuk seperti buah shanaubar sehingga sering disebut hati sanubari. Pada daging hati ini terdapat lubang dan jaringan yang halus. Di dalam lubang atau rongga ini lah terdapat darah hitam yang menjadi sumber ruh manusia.

Secara spiritual, hati merupakan sesuatu yang halus, rabbaniyah (ketuhanan), ruhaniah (kerohanian). Hatilah yang mengetahui, mengerti dan mengenal diri sendiri. Hati terkait akhlak terpuji yang direalisasikan oleh gerak tubuh. Hati inilah yang menentukan sifat dan watak manusia. Lalu benarkah hati itu bisa mati?

Tiga Cara Menghidupkan Hati Menurut Islam 1

Ya, setiap manusia memiliki kondisi hati yang berbeda-beda. Ada yang hatinya dalam keadaan hidup dan ada pula yang mati. Apabila hati seseorang sudah mati, maka hidupnya tidak akan tenang. Jangankan d akhirat, di dunia pun orang tersebut akan merasa resah dan gelisah. Lalu adakah cara untuk menghidupkan hati yang mati? Berikut ini tiga cara menghidupkan hati menurut Islam.


1.  Mengingat Allah SWT

Orang yang senantiasa mengingat Allah SWT akan selalu merasa tenang hidupnya di dunia dan akhirat. Hati yang terus mengingat Allah akan selalu hidup. Cara mengingat Allah ini pun sangat mudah yakni cukup berdzikir dengan khusu’, maka hatinya akan hidup dan tidak akan pernah mati.

Rasulullah Saw. bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat Allah) dengan yang tidak seperti orang yang hidup dan yang mati” (HR. Bukhari).

Dalam Al-Quran disebutkan :
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(Ar-Raad : 28).

Untuk itu, teruslah mengingat Allah SWT agar hati kita tetap hidup dan terhindar dari perasaan gelisah dan resah selama hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Dengan mengingat Allah hidup kita akan jauh lebih tenang karena akan selalu dalam perlindungan-Nya.

Baca Juga:
Inilah 10 Pintu Masuk Setan untuk Sesatkan Manusia yang Harus Diwaspadai

2. Mengingat Mati

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk menghidupkan hati adalah dengan mengingat mati. Mengapa harus mengingat mati? Manfaat yang bisa diambil dari mengingat mati adalah munculnya motivasi yang luar biasa di dalam diri manusia untuk terus meningkatkan ibadah serta berusaha sekuat tenaga menghindari setiap dosa.

Sa’id bin Jabir (w. 95 H) berkata: “Jika mengingat mati hilang dari dalam hatiku, maka aku takut hatiku ini menjadi rusak.”

Ketika seseorang terus mengingat mati, maka ia akan berlomba-lomba dalam mencari kebaikan. Serta mengejar keridhoan dari Allah Ta’ala. Orang yang demikian ini akan selalu mengingat Allah lewat dzikirnya yang tentu saja akan menghidupkan kembali hatinya yang telah mati karena kemungkaran yang selama ini diperbuat.

3. Berkunjung kepada Orang-orang yang Shaleh

Cara terakhir untuk menghidupkan hati adalah dengan berkunjung kepada orang-orang yang shaleh. Ini merupakan perbuatan yang sangat bagi suasa hati kita. Ja’far bin Sulaiman (w. 123 H), seorang ulama dari golongan Tabi’in berkata:

“Ketika hatiku dilanda kegalauan, aku segera mendatangi Muhammad bin Wasi’ dan menatap wajahnya. Bagiku, beliau bagaikan obat penawar bagi kondisi hatiku”.

Berkunjung kepada orang shaleh akan membawa manfaat karena orang salah tersebut merupakan mereka yang mampu menjaga lisan, hanya berkata hal-hal baik. Hal inilah yang kemudian akan menggugah hati kita untuk mendengarkan kata yang baik atau sebuah nasehat.

Demikianlah ulasan mengenai tiga cara menghidupkan hati menurut Islam. Selain tiga cara di atas, kita juga dituntut agar senatiasa menjaga hati agar tidak terjerumus ke dalam godaan setan yang menjerumuskan manusia ke neraka. Masih banyak lagi cara yang bisa digunakan untuk menghidupkan hati. Semoga bisa diamalkan, agar kita selalu mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala.

Baca Juga:
Inilah Empat Etika dalam Menuntut Ilmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here