Inilah Salah Satu Ciri Seorang Muslim Sejati

0
117

Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun. Sebab ada balasan berupa pahala dari Allah SWT kepada setiap hamba-Nya yang senantiasa melakukan kebaikan di muka bumi.

Tidak sedikit kaum muslim yang melakukan setiap amalan dengan harapan mereka akan bisa mendapatkan predikat sebagai muslim sejati. Namun ternyata menjadi muslim sejati itu bukanlah perkara mudah. Harus ada banyak amalan yang dilakukan sepanjang harinya.

Inilah Salah Satu Ciri Seorang Muslim Sejati 3

Ternyata ada satu ciri bagi mereka yang mendapatkan predikat sebagai muslim sejati. Apakah ciri  tersebut? Berikut informasi selengkapnya untuk dijadikan acuan agar bisa menjadi muslim yang sejati di hadapan Allah SWT.

Satu ciri seorang muslim yang sejati dan senantiasa diulang-ulang Allah SWT dalam Al-Qur’an adalah mereka yang mau beramal shaleh. Sebagaimana iman, hal ini tentu saja juga harus kita percayai dengan hati, lisan dan mempraktekkannya di dalam perbuatan karena berasal dari Allah SWT.

Rasulullah SAW beserta para sahabatnya adalah sosok yang sangat gemar mengerjakan segala macam amal shaleh. Itulah yang menyebabkan kita sebagai umatnya juga harus mengikuti teladan Rasulullah dan sahabatnya tersebut.

Amal shaleh sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Prof. Dr. Ali Muhammad Shalabi dalam bukunya “Shirah Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib” mengutip salah satu khutbah suami dari Siti Fatimah Az-Zahrah itu.

“Sesungguhnya, dunia ini telah memalingkan punggungnya dan memaklumkan perpisahannya, sementara akhirat (kematian) telah muncul ke depan dan memaklumkan kedekatannya. Sekarang adalah hari persiapan, sedang besok adalah hari perlombaan. Tempat yang dituju ialah surga sedang tempat kembali adalah neraka. Tak adakah seorang yang akan bertaubat atas kesalahannya sebelum kematiannya? Atau, tak adakah seseorang yang hendak berbuat kebajikan sebelum hari ujian? Ingatlah, Anda berada di hari-hari harapan dan di baliknya berdiri kematian. Barangsiapa beramal (sholeh) dalam hari-hari harapannya sebelum datang kematiannya, amalnya akan bermanfaat baginya dan kematiannya tidak akan merugikannya. Tetapi, orang-orang yang tidak beramal (sholeh) dalam masa harapannya sebelum datang ajalnya, amalnya adalah sia-sia dan kematiannya adalah suatu kemudaratan baginya.”

Baca Juga:
Inilah 9 Tanda Orang Kecanduan Media Sosial

Pemahaman yang demikian itu kemudian tumbuh dan berkembang dalam diri Rasulullah dan para sahabatnya. Hingga pada akhirnya menjadi karakter dan sistem kesadaran yang mengakar. Mereka akan senantiasa mengerjakan amal shaleh di dalam kehidupan sehari-harinya. Adapun ruang lingkup dari amal shaleh sangatlah luas. Rasulullah SAW bersabda.

“Keimanan itu memiliki tujuh puluh sekian cabang, sebaik-baiknya adalah ucapan La ilaaha illallah, dan yang paling sederhana adalah mengyingkirkan bahaya dari jalan. Malu merupakan salah satu cabang dari keimanan.” (HR. Muslim).

Pantas jika kemudian, Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengungkapkan bahwa, “Nilai diri seseorang terletak pada kebaikan (amal sholeh) yang dilakukan.”

Dengan kata lain, berarti sangat banyak amal shaleh yang bisa dilakukan oleh seorang muslim di dalam kehidupan mereka. Bahkan hal yang biasa dianggap sepele yakni tersenyum kepada sesama saja sudah termasuk ke dalam perbuatan yang bernilai pahala. Rasulullah bersabda;

“Dari Abi Dzar radhiallahu anhu, Rasulullah bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Shohih Muslim: 6637.)

Selain itu, perkataan yang baik dan memberikan maaf kepada oranglain termasuk dalam hal sederhana lainnya yang merupakan perbuatan amal shaleh. Firman Allah SWT:

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” [QS: Al-Baqarah; 263]

Masih ada banyak amal shaleh lainnya yang bisa dilakukan. Mulai dari bersedekah, menuntut ilmu, mengajarkan ilmu, membantu sesama, dan lain sebagainya. Melalui amalan shaleh inilah pada akhirnya Allah SWT menuntun kita untuk memahami bahwa jalan menuju ke surga-Nya itu sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja dalam wujud kebaikan apapun juga.

Baca Juga:
Obati Masalah Dunia dengan Sabar dan Shalat

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.” (QS. Yunus [10]: 9).

Demikianlah ulasan mengenai salah satu ciri seorang muslim sejati yakni dengan melaksanakan amal shaleh. Maka berbahagialah orang yang beriman dan beramal shaleh serta senantiasa mengerjakan perintah Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here