Lakukan Amalan Ini, Maka Bidadari Surga akan diberikan Padamu

0
324

Surga memang menjadi tempat yang senantiasa dirindukan oleh semua umat. Hunian bagi hamba Allah yang senantiasa bertakwa ini dilimpahi dengan keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan apapun di dunia ini.

Tempat ternyaman yang pernah ada dengan limpahan karunia dari Allah SWT. Tidak hanya sebatas kenikmatan itu saja, ternyata Allah SWT juga sudah menciptakan bidadari-bidadari penghuni surga yang memiliki kecantikan tiada bandingannya untuk menjadi pendamping.

Mereka dipersiapkan bagi hamba-hamba Allah yang menjadi penghuni surga kelak. Ternyata ada amalan atau perbuatan di dunia ini yang bisa membuat manusia diberikan bidadari pada saat di surga nanti. Amalan apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Rasulullah SAW. bersabda: “Allah SWT. menciptakan wajah bidadari dari empat warna, yaitu: putih, hijau, kuning, merah. Allah menciptakan tubuhnya dari za’faran, misik, anbar dan kafur. Rambutnya dari sutra yang halus, mulai dari jari-jari kakinya sampai kelututnya dari za’faran dan wewangian, dari kedua lutut sampai payudara dari misik, dari payudara sampai lehernya dari anbar dan dari leher sampai kepala nya terbuat dari kafur. Seandainya bidadari itu meludah sakali didunia, maka jadilah (semua air didunia) ini kasturi.”

Didadanya tertulis nama suaminya dan nama-nama Allah SWT. Pada setiap tangan dari kedua tangannya terdapat sepuluh gelang dari emas, sedangkan pada jari-jarinya terdapat sepuluh cincin, dan pada kedua kakinya terdapat sepuluh binggal (gelang kaki) dari jauhar (permata) dan mutiara.”

Adapun mereka yang didampingi oleh bidadari surga kelak adalah kaum muslimin yang melakukan amalan-amalan berikut ini:

1. Tidak Mengumbar Hawa Nafsu

Ternyata ada banyak syarat yang harus dipenuhi oleh kaum muslim agar mereka bisa menjadi penghuni surga. Bahkan untuk mendapatkan bidadari di surga kelak pun ada syarat-syaratnya. Salah satunya adalah hamba Allah yang lebih mementingkan ridha Allah SWT dalam setiap amal perbuatannya dibandingkan mengumbar hawa nafsunya.

Baca Juga:
Lima Cara Segarkan Pikiran Tanpa Harus Pergi Liburan

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, beliau berkata: Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya ketika Allah SWT. menciptakan surga ‘Adn, Dia memanggil malaikat Jibril as. seraya berfirman kepadanya: “Wahai Jibril, berangkatlah engkau kesurga ‘Adn dan lihatlah apa yang telah aku ciptakan untuk hamba-hamba-Ku dan wali-wali-Ku.” Maka berangkatlah Malaikat Jibril as. ke surga ‘Adn dan mengelilingi surga tersebut.  Maka salah seorang bidadari dari penghuni istana-istana surga yang masih perawan dan matanya bersinar memuliakannya, lalu bidadari itu tersenyum pada Malaikat Jibril, maka jadi teranglah surga ‘Adn karena gigi-giginya. Lalu Malaikat Jibril bersujud, ia menyangka cahaya itu berasal dari nur Tuhan Yang Mulia, maka bidadari itu memanggil Malaikat Jibril: “Wahai makhluk yang dipercayai Allah, angkatlah kepalamu.” Maka ia mengangkut kepalanya serasa memandang kepada bidadari iyu lalu mengucapkan: “Maha Suci Dzat yang telah menciptakan engkau.” Lalu bidadari itu berkata: “Wahai makhluk yang dipercayai Allah, tahukah engkau untuk siapa aku diciptakan?” Malaikat Jibril menjawab: “Tidak” Kemudian bidadari itu berkata: “Sesungguhnya aku ini diciptakan oleh Allah untuk orang yang memilih ridha Allah SWT. daripada mengumbar hawa nafsunya.”

Kebanyakan manusia mungkin ada yang beriman dengan sepenuh hati kepada Allah SWT dan ikhlas dalam menjalankan segala perintah-Nya. Namun tidak jarang di antara mereka yang juga melakukan itu semua hanya untuk riya’ atau memamerkan setiap amalan kepada manusia lainnya dengan mengharapkan imbalan berupa pujian.

Oleh sebab itu, apabila menginginkan menjadi penghuni dari surga Allah yang sangat indah, ada baiknya untuk senantiasa ikhlas dalam menjalankan setiap amalan ibadah dan jangan pernah mengharap pamrih agar di surga kelak kita dihadiahi bidadari surga.

2. Beramal dengan Penuh Ketaatan kepada Allah

Baca Juga:
Ketahui Empat Hikmah Luar Biasa di Balik Introspeksi Diri

Selain menghindari perbuatan riya’ yang hanya mementingkan hawa nafsu. Ada baiknya ketika melakukan amalan apapun hendaknya dengan penuh ketaatan kepada Allah.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. beliau berkata: Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari. Ada yang namanya ‘Aina’, ia diciptakan dari empat unsur, yaitu: dari mistik (kasturi), kafur, anbar dan za’faran, diadoni tanahnya dengan air kehidupan. Seluruh bidadari itu sangat merindukan suami-suami mereka.

Andaikata bidadari-bidadari itu meludah sekali saja pada lautan, maka jadi tawarlah lautan tersebut lantaran air ludahnya. Dan tertulis pada tengkuk (leher yang sebelah bawah)nya: “Barangsiapa yang suka agar dirinya seperti aku, maka beramal dengan penuh keta’atan kepada Tuhannya.”

3. Berpuasa di Bulan Ramadhan

Amalan terakhir adalah berpuasa di bulan ramadhan. Seperti yang diketahui bahwa berpuasa di bulan ramadhan termasuk ke dalam rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat muslim kecuali mereka yang berhalangan dan diperbolehkan untuk meninggalkannya.

Ternyata, selain berlimpah pahala ketika melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Ada satu hal lagi ayang harus diketahui oleh kaum muslim bahwasanya ada balasan dari Allah SWT yakni akan menikahkan orang tersebut dengan seorang istri dari bidadari yang sangat cantik menawan.

Diterangkan dalam sebuah hadis: Tidak ada bagi seorang hamba yang berpuasa di bulan Ramadhan, kecuali Allah menikahkan dia dengan seorang istri dari bidadari yang sangat cantik menawan dalam suatu tenda (khiamah) dari intan putih yang terukir.

Setiap bidadari itu mempunyai 70 pakaian. Setiap seorang lelaki itu disediakan 70 ranjang yang terbuat dari yaqut merah, pada setiap ranjang terdapat kasur dan setiap kasur terdapat seorang bidadari. Setiap bidadari mempunyai 1000 pelayan yang membawa, setiap pelayan membawa piring-piring dari emas, lalu makanlah bidadari tersebut bersama suaminya. Semua ini diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, selain amalan yang telah dilakukan pada bulan Ramadhan dari kebaikan.

Baca Juga:
Empat Pilar Utama yang Harus Dimiliki Pengusaha

Demikianlah ulasan mengenai amalan yang bisa membuat bidadari surga diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya di surga kelak. Oleh sebab itu, perbanyaklah amal ibadah agar Allah senantiasa memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita baik di dunia ataupun di akhirat kelak. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here