Waspadai Tujuh Karakter Binatang pada Manusia

0
21
Ilustrasi: genmuda.com

Manusia merupakan makluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya bentuk. Manusia dianugerahi akal dan pikiran oleh Allah SWT. Namun kebaikan bentuk dan banyaknya karunia yang Allah berikan tersebut, tidak menjamin kebaikan budi dan akhlak dari manusia itu sendiri.

Banyak di antara mereka yang tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bahkan di antara mereka memiliki keimanan yang lemah dan hanya berorientasi dengan materi dan kesenangan syahwat saja.

Perangai yang demikian ini bisa membuat manusia tersebut memiliki sifat kebinatangan. Ternyata di dalam Al-Qur’an ada tujuh jenis binatang yang sifat-sifatnya bisa dimiliki oleh manusia. Karakter apa sajakah itu? berikut informasi selengkapnya.

1. Seperti Anjing

Karakter bintang pertama yang terdapat dalam diri manusia adalah seperti anjing. Anjing merupakan binatang yang sangat tunduk, patuh dan setua kepada siapapun yang memberikan makan dan minum meskipun dia seorang penjahat. Lalu mengapa manusia memiliki karakter seperti binatang yang satu ini?

Manusia yang seperti anjing yakni ia yang tidak mau tunduk kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan oleh Allah SWT di halau atau tidak ia tetap akan menjulurkan lidahnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS: Al-A’raf: 176).

2. Seperti Binatang Ternak

Karakter binatang pada manusia selanjutnya adalah seperti binatang ternak. Binatang ternak tidak memiliki keistimewaan, nilai jualnya hanya terletak pada beratnya saja. Lain halnya dengan binatang peliharaan, karena memiliki kelebihan atau keistimewaan. Bila manusia seperti binatang ternak, maka kedudukannya sudah begitu rendah dari binatang peliharaan. Allah Ta’ala Berfirman:

Artinya: “Dan sesungguhnya telah kami sediakan untuk mereka jahannam banyak dari jin dan manusia; mereka mempunyai hati (tetapi) tidak mereka gunakan memahami, dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak mereka gunakan untuk melihat dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak mereka gunakan untuk mendengar, mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS. 7: 179).

3. Seperti Kera

Karakter yang ketiga yaitu seperti kera. Kera atau monyet merupakan makhluk yang serakah. Sifat yang sama juga dimiliki oleh orang-orang Yahudi yang akhirnya memiliki untuk melanggar ketentuan Allah.

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-Baqarah: 65).

Akan tetapi, hal yang sangat ironis terjadi pada orang Yahudi, mereka tidak merasa bersalah setelah melakukan segala pelanggaran akan perintah Allah SWT. Mereka justru merasa bangga terhadap kesalahan yang telah dilakukannya.

4. Seperti Babi

Babi bukan hanya senang dengan segala macam kekotoran, akan tetapi babi juga tidak memiliki rasa cemburu. Ia akan membiarkan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pihak lain terhadap keluarganya. Begitulah bila manusia memiliki karakter babi dalam dirinya. Allah SWT berfirman:

“Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut ?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” [QS. Al-Maaidah: 60).

5. Seperti Laba-Laba

Karakter binatang yang terdapat dalam diri manusia selanjutnya adalah seperti laba-laba. Dalam hidup ini banyak sekali manusia yang berlindung kepada selain Allah SWT. Mereka akan membentengi diri dengan bangunan-bangunan yang mereka persenjatai. Selain itu, mereka juga mempersenjatai diri dengan persenjataan yang canggih, bahkan ada pula orang yang melindungi dirinya dengan setan, jampi-jampi. Isim-isi dan lain sebagainya. Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Ankabut [29]: 41).

6. Seperti Nyamuk

Nyamuk merupakan binatang yang kelakuannya hanya menggangu orang lain, sehingga pada akhirnya mereka tidak disukai oleh manusia lainnya. Manusia yang memiliki sifat seperti nyamuk ini akan mencari nafkah dengan menyakiti dan mengambil hak orang lain. Apabila makan, mereka suka berlebihan hingga pada akhirnya mati karena kekenyangan. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqarah: 26).

7. Seperti Keledai

Karakter binatang terakhir yang terdapat dalam diri manusia adalah seperti keledai. Yakni manusia bodoh karena tidak konsekuen dalam meyakini ajaran yang datang dari Allah SWT, justru mereka mengabaikannya. Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS: Al Jumu’ah [62]: 5).

Demikianlah informasi mengenai tujuh karakter binatang dalam diri manusia yang harus diwaspadai. Karakter tersebut bisa menjaadi tabiat dan watak dari manusia. Oleh sebab itu, sebagai orang yang beriman harus senantiasa membentengi diri dan keluarga agar menjadi makhluk Allah yang terbaik dan selamat dari manusia yang berkarakter binatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here